Berasal dari istilah yang sering digunakan pada bidang pertanian dan ilmu biologi, monoculture adalah sebuah situasi dimana satu jenis tanaman atau hewan mendominasi sebuah ekosistem dan memonopoli varietas yang lainnya. Jika pada sebuah penanaman, hanya terdapat satu varietas dominan yang ternyata rentan terhadap hama penyakit, serangga, atau perubahan iklim, maka akan terjadi kemungkinan kegagalan seluruh hasil panen. Sedangkan jika sistem multiculture diterapkan pada sistem pertanian, dimana terdapat variasi jenis bibit tanaman, maka kemungkinan terjadinya gagal total sebuah panen masih dapat dihindari. Karena adanya perbedaan karakteristik tiap varietas untuk dapat bertahan menghadapi bencana seperti terserang hama penyakit, serangga, dll.
Seperti halnya pada bidang pertanian, dunia komputer juga kerap mengalami ancaman dari virus dan worm yang mengakibatkan menurunnya performa sebuah sistem. Monoculture pada bidang komputer dikaitkan dengan penggunaan semua hardware dan software yang berasal dari satu vendor, sedangkan multiculture adalah penggunaan bervariasi hardware dan software dari berbagai vendor. Sebuah virus komputer memiliki kecenderungan untuk menyerang satu platform Operating System tertentu, dan mengambil keuntungan dari lubang-lubang keamanan produk software tertentu yang rentan terhadap infeksi virus tersebut. Virus yang sama, mungkin tidak akan berdaya atau berpengaruh banyak dalam upayanya menyerang Operating System yang berbeda. Oleh karena itu, banyak opini yang menyebutkan bahwa penerapan multiculture akan lebih banyak mendatangkan keuntungan dari segi keamanan, yaitu ketika performa sebagian hardware maupun software akan menjadi lamban atau berhenti total, tetapi bagian lainnya masih dapat diandalkan untuk menjalankan sistem setelah terjadi serangan virus tertentu.
Menurut pendapat saya :
Bukan suatu masalah jika sebuah perusahaan ataupun individual menggunakan konsep monoculture atau multiculture. Karena pada intinya yang semestinya kita perhatikan mengenai penggunaan antar satu hardware dengan hardware lainnya, atau satu software dan software lainnya, selain dari sisi keamanan, juga dari sisi kompatibelitasnya.*bener gag siih kata2nya?*
Misalkan, terdapat suatu perusahaan menggunakan berbagai perangkat server dari vendor berbeda.Ketika terjadi serangan virus dan mengenai salah satu dari server tersebut, memang ada kemungkinan server lainnya tidak akan terjangkiti. Tetapi, bagaimana dengan kompatibelitasnya antar hardware pada saat sebelum serangan dan setelah serangan virus? Apakah performanya akan lebih baik jika semua server berasal dari vendor yang sama?
Mengelola dan menggunakan rangkaian software-software dari satu vendor tertentu pada satu komputer memang relatif lebih mudah, jika dibandingkan dengan yang berbeda vendor. Misalnya penggunaan antar sesama produk Microsoft seperti Ms Word, Ms Excel, dll. Akan tetapi jika ada suatu software dari vendor lain yang ternyata kompatibel dengan software produk misalnya dari Microsoft, dan penggunaannya lebih mudah, maka tentunya kita akan cenderung menggunakannya bukan?
Terlebih lagi, virus komputer atau teman-temannya seperti worm dan exploit lebih senang menyerang aplikasi yang paling banyak digunakan konsumen. Seperti yang banyak kita alami sebagai pengguna Windows. Hal ini bukanlah menandakan bahwa Windows lebih rentan virus sedangkan MacOS atau Linux tidak. Akan tetapi, OS lain yang notabene penggunanya tidak se-menjamur Windows pasti juga memiliki lubang keamanan.
Saya telah mengenal dan menggunakan Windows OS sejak tahun 2002 seperti halnya masyarakat indonesia lainnya karena faktor "familiar". Saya juga pernah mencoba beberapa kali menggunakan lebih dari satu Operating System pada komputer baik itu dari ragam Windows maupun Linux. Tetapi karena alasan kenyamanan penggunaan, saya tetap memutuskan menggunakan Windows (sekarang Windows Vista) dan Mozilla Firefox sebagai default web browser. Jadi sampai sekarang, saya pribadi tidak terpatok pada satu vendor tertentu untuk melakukan aktivitas berkomputer dan berinternet ria, bagi saya berbeda vendor tidak masalah, asalkan nyaman digunakan dan memberi performa lebih untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas saya.
Referensi:
Buku Teks Security - Budi Rahardjo
http://dan.tobias.name/thenet/monoculture.html
http://www.infoworld.com/d/security-central/dont-fall-monoculture-myth-882?page=0,4
Wednesday, June 24, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment